Jumat, Juni 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Inovasi Alat Tangkap Ikan Khas Bugis, Mandar dan Bajo

redaksi
22 April 2025
Kategori : Berita
0
Inovasi Alat Tangkap Ikan Khas Bugis, Mandar dan Bajo

Transaksi hasil tangkapan ikan nelayan Bajo di pemukiman laut Torsiaje Kabupapaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Darilaut – Ada berbagai alat penangkapan ikan tradisional melalui proses panjang yang selama ini digunakan nelayan Bugis, Mandar dan Bajo.

Peneliti Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas (PR KSDK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syamsul Bahri menjelaskan salah satu alat tangkap khas Bugis adalah bagang, yakni alat tangkap tradisional berbentuk seperti rumah-rumahan yang diturunkan ke dasar laut dengan bantuan pemberat.

Bagang rambo, sebuah inovasi lokal yang menjadi simbol kecerdikan teknologi perikanan tradisional.

Bagang ini dibangun dalam satu unit besar, dengan panjang rata-rata 22 meter dan lebar 4 meter. Perahu yang digunakan dilengkapi ratusan lampu pijar untuk menarik ikan.

“Produksi bagang rambo paling pesat ditemukan di kota Palopo. Lalu saat malam hari, laut di sekitar kota tampak gemerlap seperti kota terapung,” ujarnya.

Suku Mandar, yang kini dominan bermukim di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, memiliki luas wilayah laut yang lebih besar dibanding daratan. Hal ini membuat masyarakat Mandar sangat erat dengan dunia kelautan dan menjadikan nelayan sebagai profesi utama.

Yang menarik, penyebutan nelayan kerap disesuaikan dengan jenis alat tangkap yang digunakan. Contohnya nelayan panggae (menggunakan jaring gae), nelayan parrumpon (memanfaatkan rumpon sebagai alat bantu tangkap).

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINNelayan BajoNelayan BugisNelayan MandarSyamsul Bahri BRIN
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Merawat Tradisi Nelayan Bugis, Mandar dan Bajo

Next Post

UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

Postingan Terkait

Bibit Siklon Tropis 93W Terletak di Utara Yap

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

19 Juni 2026
Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

19 Juni 2026

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

BNPB Kirim Dukungan Logistik Korban Gempa di Sulawesi Tengah

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Next Post
UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

TERBARU

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

AmsiNews

REKOMENDASI

Periset UNG Kaji Potensi Batu Gamping Teluk Tomini

Program Pew Fellowship untuk Meningkatkan Kesehatan Laut

KPU Kabupaten Gorontalo Buka Pendaftaran Pantarlih Pilkada 2024

KPK Tahan Tersangka Suap Pengadaan Bakamla

Nelayan yang Hilang di Kebumen Ditemukan Meninggal

Badai Tropis Doksuri Terbentuk di Laut Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.