Hasil penelitian terbaru menemukan bahwa siklon tropis yang lemah menjadi setidaknya 15% lebih kuat di cekungan samudra tempat terjadinya di seluruh dunia.
Itu berarti badai yang mungkin hanya menyebabkan sedikit kerusakan beberapa dekade lalu, menjadi semakin berbahaya saat planet menghangat.
Lautan yang lebih hangat memberikan lebih banyak energi untuk mengintensifkan badai, dan teori serta model iklim menunjukkan badai yang kuat semakin kuat, tetapi intensitasnya tidak mudah untuk didokumentasikan.
Menurut Wei Mei dan Shang Ping Xie, intensitas siklon tropis adalah salah satu faktor terpenting untuk menentukan kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh badai tersebut. Namun, sulit untuk memperkirakan intensitas secara akurat dari pengamatan satelit saja.
Intensitas seringkali didasarkan pada kecepatan angin permukaan maksimum yang dipertahankan pada ketinggian sekitar 33 kaki (10 meter) di atas permukaan selama periode satu, dua, atau 10 menit, bergantung pada badan meteorologi yang melakukan pengukuran. Selama badai, wilayah badai itu hampir tidak mungkin dijangkau.
Untuk beberapa badai, ahli meteorologi NOAA akan menerbangkan pesawat khusus ke topan dan menjatuhkan perangkat pengukur untuk mengumpulkan data intensitas terperinci saat perangkat jatuh.





Komentar tentang post