“Kompentensi kerja sama IORA pada sektor kelautan dan kemaritiman, seperti perikanan, budidaya perikanan, dan pariwisata kelautan, perlu menjadi akselerator percepatan pemulihan UMKM pasca pandemi Covid-19,” katanya.
Pertemuan virtual dihadiri oleh 20 negara anggota IORA. Selain itu, hadir pula 8 Mitra Wicara seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Korea Selatan, Perancis, RRT, dan Turki.
Sejumlah rekomendasi telah dihasilkan dalam pertemuan, antara lain, mendorong bantuan baik dalam bentuk kerja sama teknis maupun dukungan finansial terhadap anggota IORA yang terdampak Covid-19. Mempercepat proses pembentukan Kelompok Ahli di Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana.
Kemudian, pembentukan Kemitraan Pemerintah Swasta (KPS) dikawasan dalam melawan pandemi Covid-19. Mendukung langkah-langkah yang telah diambil oleh WHO, World Bank dan G20 dalam memberikan relaksasi pembayaran hutang fiskal terhadap negara yang terdampak Covid-19. Memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat medis yang terjangkau bagi masyarakat kecil.
Pertemuan ini akan dilanjutkan dengan Pertemuan Tingkat Menteri IORA (IORA Council of Ministers) pada Oktober/November 2020 mendatang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Indonesia berperan aktif di forum IORA, antara lain sebagai Wakil Ketua IORA pada 2013-2014 dan Ketua IORA 2015-2017. Dalam kurun waktu tersebut Indonesia telah berhasil meningkatkan profil IORA melalui penyelenggaraan KTT IORA yang pertama dan sukses menformulasikan visi penguatan kerja sama kelautan dan kemaritiman yang tercakup dalam Jakarta Concord 2017.*





Komentar tentang post