Tidak hanya itu, kepatuhan juga pada penyimpanan yang efektif dan masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan program konservasi dan yang. Tim komisi juga membuat rekomendasi bagaimana menangani permasalahan-permasalahan yang ada.
Semua negara yang tergabung dalam keanggotaan IOTC akan dinilai berdasarkan kepatuhannya oleh komisi ini.
“Berdasarkan laporan yang dilakukan setiap negara, Komisi Kepatuhan akan memberikan penilaian dengan tiga kriteria, Patuh, Separuh Patuh dan Tidak Patuh. Laporan ini transparan dan bisa diakses siapa saja di laman resmi IOTC,” katanya.
IOTC bertujuan agar setiap negara dapat mengetahui aspek apa saja yang masih perlu dibenahi atau ditingkatkan dalam mendukung penilaian tuna yang berkelanjutan.
Informasi tentang hasil evaluasi dari tingkat kepatuhan ini dapat dijadikan kesempatan untuk saling belajar dan mengoreksi satu sama lain.
Menurut Prof Indra, negara yang belum memenuhi persyaratan tertentu dari kepatuhan, bisa belajar kepada negara lain tentang bagaimana memenuhi kepatuhan yang tinggi.
Selain Komisi Kepatuhan (Compliance Commission), IOTC juga memiliki Komisi Ilmiah (Scientific Commission) dan Komisi Administratif dan Keuangan (Administrative and Finance Commission).
“Jika diibaratkan, Komisi Kepatuhan ini ibarat wasit dalam permainan. Kami menyatukan aktivitas para penangkap ikan, dan memberi peringatan jika terjadi pelanggaran,” kata Prof Indra.





Komentar tentang post