Dalam 6 tahun terakhir kemuncukan paus orca selalu dikonotasikan dengan perairan temperatur dingin. Terlebih lagi di tahun 2020. Kemunculan orca di Anambas, Biak Numfor dan Laut Sulawesi.
Setelah virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 mereda, turunlah ke lapangan. Temui nelayan-nelayan tradisional yang puluhan tahun sering melihat kemunculan paus orca, tanpa gegap gempita.
Sejumlah pemandu jasa wisata laut pun sudah banyak merekam keberadaan paus orca di perairan Indonesia.
Seperti halnya kemunculan paus pembunuh (orca) di Biak Numfor. Lihat sejarah penelitian paus orca di Papua New Guinea.
Peneliti paus orca Dr Ingrid N. Visser, telah melakukan studi dan memublikasikan tahun 2003 dan 2007. Lokasi penelitian ini antara lain di Teluk Kimbe Provinsi West New Britain dan sekitarnya.

Rekaman video dan foto paus orca di perairan Indonesia, seperti pada 2012 di perairan Raja Ampat, 2014 di Selat Makassar, 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019 di Gorontalo Teluk Tomini, 2018 di Laut Maratua Kalimantan Timur. Kemudian, tahun 2020 di Kepulauan Anambas, Flores Timur dan Inobonto Sulawesi Utara.
Ini hanya sedikit kemunculan orca yang terekam dalam gambar. Masih banyak kisah mengenai kehadiran paus orca yang terekam dalam ingatan nelayan.
Hanya saja, mereka tidak dapat mengabadikan momen-momen tersebut. Ini karena keterbatasan peralatan yang ada pada telepon genggam yang digunakan, dan kendala lain. Ada pula yang tidak membawa telepon genggam.





Komentar tentang post