Menurut Mustari yang juga pengajar mata kuliah Ekologi Satwaliar di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, monyet dige hidup berkelompok yang terdiri dari beberapa jantan dan betina. Anggota kelompok berkisar 10 sampai 15 ekor.
Hidupnya di pepohonan (arboreal), semi arboreal, dan di lantai hutan (terrestrial). Monyet Heck’s bergerak menggunakan keempat anggota geraknya (quadra-pedal). Umumnya dige lebih cepat bergerak di lantai hutan daripada di pohon.
Monyet ini beraktivitas pada siang hari atau diurnal. Tempat tidur, menurut Mustari, dipilih pada cabang batang utama. Tidur berkelompok pada satu sarang dan tidak membuat sarang.
Hasil kajian, luas wilayah jelajah antara 75 sampai 100 Ha dengan jelajah harian antara 1 sampai 2 km.

Mustari dalam buku panduan lapang menjelaskan bahwa induk hanya melahirkan satu anak.
Habitat satwa endemik Sulawesi ini berada di hutan tropik dataran rendah sampai pegunungan pada ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut (dpl). Kadang juga dijumpai di sekitar ladang dan kebun penduduk.
Status konservasi Macaca hecki menurut IUCN dalah vulnerable atau rentan. Monyet ini masuk dalam Appendix II CITES , serta satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.106/2018.





Komentar tentang post