Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Mei 2024, antara lain: beras, biskuit, roti manis, daging ayam ras, ikan cakalang/ikan sisik, ikan layang/ikan benggol, ikan selar/ikan tude, ikan asap, cumi-cumi, susu bubuk, telur ayam ras, pisang, bayam, cabai rawit, kacang panjang, daun bawang, bawang merah, dan bawang putih.
Selanjutnya, gula pasir, kue basah, sigaret kretek tangan (skt), sigaret kretek mesin (skm), sigaret putih mesin (spm), baju kaos tanpa kerah/t-shirt pria, sandal karet pria, sandal anak, kue kering berminyak, nasi dengan lauk, krim wajah, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/ sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: ikan ekor kuning, minyak goreng, pepaya, kangkung, terong, tomat, tahu mentah, air kemasan, sabun detergen bubuk, dan popok bayi sekali pakai.
Di Indonesia, menurut BPS, pada Mei 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,84 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,37. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 5,39 persen dengan IHK sebesar 110,25 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sulawesi Barat sebesar 1,25 persen dengan IHK masing-masing sebesar 104,27 dan 105,46.
Inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Nabire sebesar 7,58 persen dengan IHK sebesar 112,25 dan terendah terjadi di Kabupaten Majene sebesar 0,63 persen dengan IHK sebesar 105,87. Sementara deflasi y-on-y terjadi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 0,09 persen dengan IHK sebesar 102,47.




