Sabtu, Juni 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kajian Bahaya Tsunami Karena Letusan Gunungapi di Tengah Laut

redaksi
11 November 2020
Kategori : Berita, Kajian
0
Kajian Bahaya Tsunami Karena Letusan Gunungapi di Tengah Laut

ITB.AC.ID

Berdasarkan penelitian Auker dkk. (2013), menurut Sebastian, tsunami menjadi salah satu bahaya (hazard) akibat bencana gunung berapi yang menyebabkan 20 persen terjadinya insiden fatal (fatal incident).

Terdapat beberapa proses yang menyebabkan terjadinya tsunami akibat aktivitas gunung berapi di tengah laut yaitu, underwater explosion akibat letusan gunung berapi di bawah laut. Kemudian, blast akibat letusan gunung berapi di atas laut.

Selanjutnya, pyroclastic flows akibat aliran piroklastik (hasil letusan gunung berapi berupa gas vulkanik, abu vulkanik, dan batuan vulkanik) yang berpenetrasi ke lautan.

Selain itu, caldera collapse akibat runtuhnya kaldera (kawah di atas gunung berapi) dan subaerial failure akibat terjadinya longsor di atas laut, serta submarine failure akibat terjadinya longsor di bawah laut.

Sebastian mengatakan, tsunami yang disebabkan oleh gunung berapi merupakan salah satu bahaya yang memberikan tantangan untuk diprediksi dan dilakukan mitigasi.

“Saat ini, teknik pemantauan yang ada baru bisa membantu untuk memprediksi terjadinya erupsi tetapi sulit untuk memprediksi tipe letusan dan kekuatannya. Selain itu, peristiwa letusan Anak Krakatau dan Ritter menjadi kunci sejarah untuk mengembangkan pengetahuan mengenai letusan lateral yang memicu timbulnya tsunami dan kajian studi untuk menguji dan mengembangkan model tsunami,” ujar Sebastian, seperti dikutip dari Itb.ac.id, Senin (9/11).

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Gunung Anak KrakatauITBtsunami
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

5 Ilmuwan Terima Penghargaan Utama Habibie Prize 2020

Next Post

BNPB: Siklus Gempa dan Tsunami Palu Pengulangan Satu Generasi

Postingan Terkait

Pemerintah Sediakan Bantuan Bagi Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah

Pemerintah Sediakan Bantuan Bagi Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah

20 Juni 2026
Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah 2215 Unit

20 Juni 2026

KKN Kolaboratif UNG – UGM Angkat Potensi Lokal

Badai Tropis Mekkhala Terbentuk di Laut Filipina

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Boalemo

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Tetap Ada

NTT Sentra Utama Produksi Rumput Laut Nasional

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

Next Post
Kondisi Sumber Gempa dan Tsunami di Indonesia Beragam

BNPB: Siklus Gempa dan Tsunami Palu Pengulangan Satu Generasi

Komentar tentang post

TERBARU

Pemerintah Sediakan Bantuan Bagi Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah 2215 Unit

KKN Kolaboratif UNG – UGM Angkat Potensi Lokal

Badai Tropis Mekkhala Terbentuk di Laut Filipina

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Boalemo

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Tetap Ada

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Bersiap Mengikuti Anugerah Humas dan Protokol Kemdiktisaintek Tahun 2025

Potensi Geologi Kelautan Indonesia Masih Banyak yang Belum Terungkap

Raja Ampat Bentuk Tim Pokja Sampah

Penipuan Berkedok Modus Bimtek Perikanan Budidaya

Depresi Tropis Akan Mendarat di Visayas Timur Filipina

Tiga Bibit Siklon Tropis Dekat Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Angin kencang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.