Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Jon Kenedi, Kamis (10/11), mengatakan sejak awal sudah langsung melaksanakan aksi cepat dengan mengerahkan kapal patroli ke lokasi kejadian.
Menurut Kepala Pangkalan PLP Tanjung Uban, Mulyadi, Pangkalan PLP Tanjung Uban menurunkan Kapal Patroli KN Sarotama P-112 dan KN Rantos P-210 dan satu tim rescue.
Selanjutnya, menempatkan alat penanggulangan pencemaran, seperti oil boom 300m, 1 set skimmer dan power pack.
Proses evakuasi dilakukan ekstra hati-hati mengingat lokasi kejadian kandasnya kapal tersebut berada di jalur yang sangat rentan yaitu jalur pipa Singapura.
Selain itu, kata Mulyadi, proses evakuasi juga dilaksanakan dengan tidak mengganggu lalu lintas TSS (Traffic Separation Scheme) Singapura – Indonesia.
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Capt Mugen Sartoto mengatakan proses evakuasi dari awal hingga akhir berjalan lancer, sehingga kapal tersebut bisa lepas kandas dan tanpa terjadi pencemaran lingkungan yang berbahaya.
KPLP mengerahkan dua kapal patroli KPLP ke lokasi kejadian untuk melakukan mengevakuasi.
MT Young Yong bertolak dari Pelabuhan Tanjung Pelepas, Malaysia, menuju Pulau Nipa, Kabupaten Karimun, pada 18 Oktober. Kapal itu mengangkut 284.429 ton minyak dan dilaporkan tidak ada korban jiwa dan pencemaran.





Komentar tentang post