Selanjutnya Remote Operated Vehicle (ROV). Alat ini berupa kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh, untuk menampilkan gambar video secara langsung dari dasar laut. Dengan alat ini, pencarian sebuah objek di dasar laut akan lebih cepat dilakukan.
Misi kapal ini menemukan black box yang menyimpan informasi penting soal komunikasi terakhir.
Kepala Balai Teknologi Survei Teknologi Kelautan (Teksurla) BPPT Dr M Ilyas MSc mengatakan, armada Kapal Riset Baruna Jaya I sudah siap untuk melakukan misi menemukan kotak hitam.
“Kami akan melaksanakan misi ini dengan sepenuh hati, agar musibah ini segera ditangani dengan baik,” kata Ilyas.
Kapal Riset Baruna Jaya telah ikut membantu proses identifikasi Kapal Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, pertengahan 2018. Selain itu kapal canggih BPPT ini baru saja kembali dari perairan Palu-Donggala, untuk melakukan survei batimetri setelah bencana gempa dan tsunami, serta mendalami fenomena likueifaksi.

Kapal Baruna Jaya juga telah membantu menemukan kotak hitam pesawat Air Asia QZ 8501, awal 2015 silam.
Baruna Jaya juga pernah terlibat dalam pencarian pesawat Adam Air 574 yang hilang pada Januari 2007 silam di barat laut Makassar. Pencarian kapal feri Baruga di Selat Sunda pada 2013 dan pencarian KM Gurita di Sabang pada 1996.




Komentar tentang post