Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kapal Galaxy 88 Mati Mesin di Manokwari

redaksi
18 Juli 2019
Kategori : Berita
0
Kapal Galaxy 88 Mati Mesin di Manokwari

FOTO: BASARNAS

Jakarta – Kapal Landing Craft Tank (LCT) berbendera Indonesia dengan nama Galaxy 88 mengalami mati mesin dalam perjalanan dari Nabire menuju Manokwari. Kapal ini akan melakukan perbaikan di Fasharkan TNI-Angkatan Laut.

Kapal ini mati mesin, Selasa (16/7) pukul 05.00 WIT di sekitar perairan Oransbari Manokwari Selatan. Setelah mati mesin, kapal kayu akan menarik Galaxy 88.

Namun, terhalang gelombang yang tinggi dan tidak memungkinkan hal tersebut dilakukan. LCT tersebut akhirnya sempat hanyut dan hilang kontak.

Operasi Fasharkan TNI-AL Lettu Eko melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari pukul 13.15 WIT.

Satu tim Rescue melaksanakan tindak awal untuk mengevakuasi POB menggunakan Rigit Inflatable boat (RIB). Setelah satu jam perjalanan menuju posisi LCT, rib yang digunakan kembali ke Manokwari karena gelombang tinggi dan cuaca buruk.

Tim kedua diluncurkan melalui jalur darat dengan truk personil untuk mengevakuasi dengan menggunakan LCR/Rubber Boat. Pukul 19.00 WIT Tim Rescue berhasil mendekati kapal dan melaksanakan evakuasi terhadap dua orang anggota Fasharkan atas nama Rusdi dan Alan.

Sementara 5 ABK atas nama Charles Medellu, Hendrik Madong, Rozak, Kristian Irwatang dan Nicholas bertahan di atas kapal untuk menjaga kapal.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BasarnasKapal Mati Mesin
Bagikan9Tweet4KirimKirim
Previous Post

Petugas Ditjen Hubla Hilang Saat Selamatkan Penumpang yang Lompat dari Kapal

Next Post

Kapal Aqila Terombang Ambing di Laut Bali

Postingan Terkait

Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026
Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Next Post
Kapal Aqila Terombang Ambing di Laut Bali

Kapal Aqila Terombang Ambing di Laut Bali

Komentar tentang post

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Konsentrasi Parasetamol di Teluk Jakarta Tinggi

Ikan Endemik di Danau Toba Hampir Punah, KKP Dorong Pengelolaan Berkelanjutan

Penyelamatan Buaya di Tengah Kepungan Banjir

Kebebasan Media Semakin Terancam, Disinformasi dan Misinformasi Berkembang Biak

World Wetlands Day: Umat Manusia Bergantung Pada Lahan Basah

Ada Spesimen Ikan dan Moluska di Museum Zoologicum Bogoriense

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.