Tim pencarian dan penyelamatan yang berada di helikopter kemudian menemukan kapal ikan Taiwan ini yang hanyut sekitar 150 kilometer sebelah utara Pulau Ishigaki.
Penjaga Pantai Taiwan mengikuti dengan mengirimkan kapal penyelamat CG-125 Lienchiang untuk membantu pencarian di perairan yang jauh.
Xin Chang Fa No. 88 berangkat dari Pelabuhan Perikanan Badouzi pada pukul 11.00 pagi pada tanggal 27 Februari untuk menangkap ikan di sekitar Kepulauan Diaoyutai.
Menurut catatan penangkapan ikan sebelumnya, kapal tersebut biasanya menangkap ikan selama 15 hingga 20 hari di laut sebelum kembali ke Badouzi.
Kapal Ikan Lien Sheng Fa
Sebelumnya, kapal ikan Taiwan Lien Sheng Fa dengan seorang kapten Taiwan dan 15 awak kapal Indonesia hilang di Samudra Hindia.
Sebanyak 16 awak kapal perikanan Lien Sheng Fa, 15 di antaranya warga negara Indonesia (WNI) dan satu Taiwan sebagai kapten, hilang.
Kapal penangkap tuna tersebut hilang kontak pada Minggu, 19 Februari. Saat itu, Topan Freddy sedang mengamuk dengan kekuatan siklon tropis yang sangat intens (Very Intense Tropical Cyclone).
Kapal Lien Sheng Fa kehilangan kontak radio dengan Taipei saat berlayar 215 mil laut dari Port Mathurin, Pulau Rodrigues – Mauritius.
Pada Kamis 23 Februari malam, pihak berwenang Taiwan menghubungi National Coast Guard (NCG) di Mauritius untuk meminta bantuan operasi pencarian dan penyelamatan kapal yang hilang tersebut.





Komentar tentang post