Tim di lapangan juga sudah mendata ABK yang terdampak kebakaran kapal tersebut dan akan memberikan bantuan untuk dapat meringankan beban para ABK tersebut.
Ke depan para ABK ini dapat disalurkan untuk bekerja pada kapal-kapal perikanan yang akan beroperasi dengan skema kebijakan penangkapan ikan terukur.
Zaini mengatakan perbaikan dan pengembangan pelabuhan perikanan di Cilacap akan terus dikembangkan. Mengingat penambahan unit kapal perikanan juga terjadi setiap tahunnya.
“Kolam pelabuhan perikanan di unit pelaksana teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap memang sudah penuh, sehingga ada kapal yang tambat di tempat lain. Kita akan segera fasilitasi ini dengan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya.
Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto mengatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut prihatin atas bencana yang terjadi dan mendoakan pihak-pihak yang terkena dampak dari musibah itu untuk bersabar.
“Pak Menteri ketika mendapatkan laporan ini langsung memerintahkan jajaran terkait untuk membantu para ABK dan nelayan yang terkena dampak dari musibah ini. Tim dari KKP diminta all out untuk membantu para korban,” katanya.
Menteri Trenggono juga meminta adanya evaluasi dan pengawasan ketat operasional di pelabuhan perikanan agar peristiwa sama tak terulang di masa depan.





Komentar tentang post