Afrika
Asap yang berasal dari pembakaran lahan pertanian dan aktivitas rumah tangga (untuk memasak), serta kebakaran hutan, merupakan komponen signifikan dalam kondisi kualitas udara di Afrika. Afrika tropis merupakan titik panas global bagi emisi akibat pembakaran biomassa sepanjang tahun, yang berdampak signifikan terhadap kualitas udara.
Data CAMS menunjukkan bahwa emisi musiman dari pembakaran biomassa di wilayah tropis Afrika bagian utara maupun selatan telah menurun secara konsisten selama dua dekade terakhir, namun aktivitas ini masih menimbulkan polusi asap yang luas dan persisten.

Polusi udara tetap menjadi masalah yang memprihatinkan di Afrika, sehingga diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan jaringan pemantauan dan pemahaman mengenai sumber emisi, serta dukungan bagi penerapan strategi mitigasi.
Laporan singkat terbaru berjudul Air Quality in Africa (Kualitas Udara di Afrika)—yang diterbitkan oleh Health Effects Institute berdasarkan data reanalisis global CAMS—mengupas berbagai aspek terkait hal ini.
Asia
Kebakaran musiman dan emisi pembakaran biomassa di wilayah ASEAN bagian utara selama musim semi 2026 umumnya berada di bawah rata-rata, namun tetap berkontribusi pada kabut asap lintas batas yang meluas di Thailand dan Laos, di tengah upaya kawasan tersebut untuk mengurangi praktik pembakaran lahan pertanian.




