Penelitian ini dipublikasikan dalam Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan (2025). Para peneliti Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) masing-masing: Siti Pratiwi Husa, Yancy Lumentut, Abdi Dzul Ikram Hasanuddin, Maimun Ihsan, dan Muhamad Nur Syukriani Yusu.
Hasilnya cukup mengejutkan. Menurut peneliti, tidak terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan antara mahasiswa sebelum menghadapi ujian teori dan sebelum OSCE.
Ujian teori (MCQ/CBT) menilai aspek pengetahuan dan analisis kognitif. Sementara OSCE menguji keterampilan klinis secara langsung melalui simulasi kasus dan pengamatan penguji.
Banyak penelitian sebelumnya menyebut OSCE sebagai ujian yang “menegangkan” karena mahasiswa dinilai secara langsung di tiap stasiun praktik.
Namun dalam penelitian ini, dari 48 mahasiswa angkatan 2022 yang diteliti (1) 60,4% tidak mengalami kecemasan sebelum ujian teori; (2) 58,4% tidak mengalami kecemasan sebelum OSCE; (3) Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,224, yang berarti tidak ada perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan sebelum kedua jenis ujian tersebut
Temuan ini berbeda dengan sejumlah studi sebelumnya yang menunjukkan OSCE cenderung memicu kecemasan lebih tinggi, menurut peneliti.




