Sabtu, Oktober 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kedahsyatan Banjir di China dan Jerman, Terhubung Perubahan Iklim

redaksi
23 Juli 2021
Kategori : Berita
0
Kedahsyatan Banjir di China dan Jerman, Terhubung Perubahan Iklim

Sebuah rumah hancur total setelah banjir di Marienthal, Jerman. FOTO: Thomas Frey/dpa via AP/EURONEWS.COM

Seorang ilmuwan cuaca dan iklim di Singapore University of Social Sciences, Koh Tieh-Yong, mengatakan, penilaian menyeluruh terhadap sungai dan sistem air akan diperlukan di daerah yang rentan terhadap perubahan iklim, termasuk kota dan lahan pertanian.

Hasil penelitian lainnya yang diterbitkan 30 Juni di jurnal Geophysical Research Letters, perubahan iklim di Eropa kemungkinan akan meningkatkan jumlah badai besar yang bergerak lambat yang dapat bertahan lebih lama di satu daerah dan menimbulkan banjir seperti yang terlihat di Jerman dan Belgia.

Saat atmosfer menghangat dengan perubahan iklim, akan menahan lebih banyak kelembaban. Berarti ketika awan pecah dan hujan, lebih banyak yang dilepaskan. Melalui simulasi komputer, di akhir abad ini, badai seperti itu bisa 14 kali lebih sering bakal terjadi.

Sungai yang meluap dan genangan yang menghancurkan sebagian besar Jerman barat dan selatan, terjadi pula di wilayah yang jaraknya ribuan kilometer di Henan.

Kasus di 2 lokasi yang berbeda tersebut menyoroti kerentanan daerah berpenduduk padat terhadap bencana banjir dan bencana alam lainnya.

Baik di China dan Eropa barat, bencana tersebut mengikuti periode hujan lebat yang tidak biasa. Setara seperti dalam kasus di China dengan curah hujan satu tahun, dicurahkan hanya dalam 3 hari.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: BanjirChinaEropaEropa BaratJermanPemanasan GlobalPerubahan Iklim
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Banjir di China Menewaskan 33 Orang, 376.000 Dievakuasi

Next Post

KRI Dr Soeharso-990 Sediakan Oksigen Gratis

Postingan Terkait

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

24 Oktober 2026
Sabtu Dinihari Gerhana Bulan Penumbra, Selama 3 Jam 18 Menit

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

24 Oktober 2026

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Next Post
KRI Dr Soeharso-990 Sediakan Oksigen Gratis

KRI Dr Soeharso-990 Sediakan Oksigen Gratis

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Vaianu Menguat di Dekat Suva

Ekspor Produk Perikanan Dominasi Muatan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai

Banjir dan Longsor Melanda Kota Semarang

Presiden Segera Keluarkan Perpres Media Sustainability

Topan Super Yagi Menewaskan 70 Orang di Filipina, Cina dan Vietnam

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Orang Rimba dalam Pusaran Perubahan Iklim

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.