Konferensi nasional disampaikan para pemimpin redaksi media, stakeholder pers, dan termasuk empat pemenang call paper yang diharapkan memberikan masukan baru untuk media dan pers di Indonesia.
Menurut anggota Dewan Pers Asep Setiawan, tantangan nyata di era digitalisasi ini adalah adaptasi jurnalis dan media terhadap beragam bentuk platform digital. Realitanya adaptasi itu menuntut lingkungan dan kemampuan kerja baru bagi jurnalis.
Di era digitalisasi, media di Indonesia dan Asia Tenggara berhadapan dengan kecepatan, serta memanfaatkan big data. Karena itu, jurnalis harus lebih profesional dan dilatih kembali untuk memenuhi kebutuhan publik.
“Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Dewan Pers untuk meningkatkan kualitas jurnalis ini dengan menerapkan sertifikasi kepada jurnalis dan media,” ujar Asep.
Digitalisasi, kata Asep juga membawa dampak bagi kebebasan pers. Banyak media di sejumlah negara masih menghadapi masalah seperti penyensoran, kekerasan dan hingga pembunuhan terhadap jurnalis. Bahkan ancaman terhadap kebebasan pers menunjukkan trend meningkat.
Nara sumber Jane Worthington mengatakan, tantangan media dan jurnalis saat ini tidak mudah. Agar dapat bertahan hidup, salah satu satu caranya adalah dengan bekerja sama, berjejaring dan memperkuat serikat.





Komentar tentang post