Monitoring Setiap Dua Minggu
Untuk pemulihan ekosistem terumbu karang di dua desa tersebut, secara rutin tim FPIK UNG melakukan monitoring. Hal ini untuk melihat sejauhmana tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan, serta jumlah karang yang mati.
“Perawatan dan monitoring dilakukan secara intensif setiap dua minggu,” kata Sri Nuryatin.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak sebesar 0,23 cm di Desa Botutonuo dan 0,47 cm untuk Desa Bintalahe.
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan yang sangat produktif. Secara ekologis terumbu karang mempunyai manfaat yang sangat tinggi dalam menopang kehidupan perairan laut. Antara lain berfungsi sebagai tempat memijah, mencari makan dan sebagai daerah asuhan bagi biota laut.
Selain itu, terumbu karang berfungsi sebagai sumber plasma nutfah dan penopang penghidupan bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan perikanan dan pariwisata.*





Komentar tentang post