Untuk pemantauan ikan karang menggunakan metode Underwater Visual Census atau UVC di mana data jumlah ikan didapatkan dari apa yang dilihat, sehingga air yang keruh dapat mempengaruhi hasil monitoring.
Muin mengatakan data-data yang didapatkan pada Reef Health Monitoring di Batam akan dijadikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah sebagai upaya pelestarian terumbu karang dan ekosistem yang terkait.
Terumbu karang memiliki peran penting untuk ekosistem laut dan kehidupan manusia pada umumnya. Hasil sedimentasi kapur yang terbentuk dari kalsium karbonat yang dihasilkan oleh biota laut tersebut merupakan tempat bernaung dan sumber makanan bagi krustasea, bulu babi, anemon laut, bintang laut, teripang, dan ikan-ikan kecil lainnya.
Terumbu karang sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sekitarnya, sehingga keasrian karang membutuhkan pengelolaan dan perhatian khusus.
Data sosial-ekonomi juga diambil sebagai pendukung penelitian Reef Health Monitoring tersebut. Tim sosial-ekonomi mengambil data dengan cara wawancara mendalam dan kuesioner dari penduduk di daerah sekitar pantai.
Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui kewaspadaan masyarakat terkait pentingnya terumbu karang dan mengetahui pola konsumsi masyarakat terhadap ekosistem karang seperti teripang, bulu babi, dan kima.





Komentar tentang post