“Isu strategis ini menjadi acuan dan arah kebijakan transportasi laut Tahun 2020-2024 yang berfokus pada infrastruktur, konektivitas dan keselamatan serta upaya optimalisasi penggunaan pembiayaan alternatif dalam membangun infrastruktur,” kata Arif.
Arif mengatakan, peningkatan perekonomian nasional di bidang maritim, selain pengembangan kawasan industri, terdapat peluang investasi pada bidang pariwisata. Terutama untuk menunjang 10 (sepuluh) lokasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, seperti Danau Toba, Mandalika dan Labuan Bajo.
Pengembangan ini didukung oleh kebijakan pembukaan pelabuhan untuk kapal-kapal wisata sebanyak 18 (delapan belas) pelabuhan sebagai entry dan exit point kapal wisata/yacht dan 5 (lima) pelabuhan untuk embarkasi dan debarkasi wisatawan menggunakan kapal pesiar/cruise ship.
Hadir pada acara tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja, Wakil Ketua Kadin Indonesia untuk transportasi Carmelita Hartoto, Kasubdit Untuk Sumatra dan Kalimantan BKPM Saribua Siahaan, Direktur Teknik PT Pelindo II Dani Rusli Utama dan Director of Port of Rotterdam International Mr René van der Plas.*





Komentar tentang post