Selain itu, penelitian kerak samudra yang tersingkap di Pegunungan Cyclops hingga perairan utara Papua sebagai ‘natural prolongation’ menjadi masukan dalam penyusunan dokumen klaim perluasan batas landas kontinen di luar 200 nm untuk daerah di utara Papua.
Dengan 3,25 juta km2 luas wilayah lautan dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif, eksplorasi kerak samudra yang merupakan alas dasar laut memiliki nilai yang sangat strategis bagi Indonesia.
Kerak samudra menyimpan sumber daya mineral yang bernilai tinggi serta dapat bermanfaat dalam upaya mitigasi bencana.
“Dalam perspektif dinamika kerak bumi aktual, pemahaman dasar kerak samudra dapat dimanfaatkan dalam upaya mitigasi bencana dan menggali potensi sumber daya logam dan migas,” kata Haryadi dalam orasinya yang berjudul Pemanfaatan Hasil Riset Kepingan Kerak Samudra Purba Dalam Perspektif Dinamika Kerak Bumi Aktual, Rabu (1/9).
Kepingan kerak samudra terbentuk dalam lingkungan tektonik yang beragam dengan rentang umur mulai dari Zaman Mesosoik, Masa Jura (190–155 Jtl.), Masa Kapur (145–62 Jtl.), Sub-Masa Paleogen, yaitu pada Kala Eosen (55–33 Jtl.), Kala Oligosen (27 Jtl.), sampai paling muda, yaitu Kala Miosen (20–9 Jtl).
Kepingan-kepingan kerak samudra umumnya disebut sebagai ofiolit (ophiolite) yang dapat terbentuk di sepanjang punggungan tengah samudra, lingkungan busur kepulauan, atau pada tepian kerak benua.





Komentar tentang post