Koordinator KKN UGM di Gorontalo, Muhammad Sulaiman, mengatakan workshop masterplan desa terlaksana karena adanya kerjasama antara UGM, Caritra dan Pusat Inovasi UNG untuk periode KKN tahun ini.
Menurut Sulaiman sebelum turun ke lapangan mahasiswa sudah mengenal perangkat desa dan kecamatan, serta permasalahan yang ada di tiap desa.
Ketika turun ke lapangan mahasiswa sudah mempunyai gambaran yang lebih baik dan bisa melaksanakan program KKN Kolaborasi dan akselerasinya lebih baik lagi, kata Sulaiman.
Dalam workshop ini, kata Sulaiman, peserta diberikan materi berupa pengantar masterplan desa dan dokumen perencanaan desa, kebutuhan data perencanaan masterplan, identifikasi potensi dan permasalahan desa. Kemudian, penyusunan masa depan desa dan program pembangunan, merumuskan masa depan desa melalui program pengembangan dan pembangunan prioritas.
Sulaiman berharap melalui workshop ini, peserta KKN Kolaborasi UNG dan UGM dapat mendorong inovasi-inovasi desa untuk menjawab tantangan pembangunan yang ada di desa.
Sebelumnya, pada Minggu (25/6) malam Pemerintah Kota Gorontalo dan KAGAMA menyambut sebanyak 127 Mahasiswa peserta KKN Kolaboratif UGM-UNG. Tercatat mahasiswa peserta KKN yang berasal dari UGM sebanyak 52 orang dan 75 UNG.
Wali Kota Gorontalo, yang juga Ketua KAGAMA Wilayah Gorontalo, Marten Taha, mengatakan kegiatan ini bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun daerah utamanya desa yang berada di pesisir Gorontalo.





Komentar tentang post