Menurut Gubernur, kebebasan pers itu ibarat oksigen bagi pertumbuhan dan perkembangan demokrasi, kadarnya harus cukup, tidak boleh kurang dan juga tidak boleh berlebihan.
Kebebasan pers yang dibingkai dengan budaya ketimuran dan nilai-nilai moral yang menyertainya ini sejalan dengan program prioritas pembangunan di Sultra, yakni Sultra Berbudaya.
“AMSI Sultra bersama rekan-rekan jurnalis diharapkan dapat membendung informasi-informasi yang mempunyai dampak negatif yang berpengaruh besar pada prilaku masyarakat sekaligus menjadi filter, agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, objektif, dan netral yang mendidik, mencerahkan dan membangun prilaku masyarakat yang berbudaya dan beriman,” ujarnya.
Gubernur juga berharap AMSI Sultra agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan Provinsi Sultra yang berkemajuan dan berdaya saing di segala bidang.
Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan diskusi media. Hadir sebagai pembicara Direktur Main Pictures & Direktur Berita Indonesia Link Machroni Kusuma yang membahas tentang “Inovasi dan Kreativitas Audio Visual Konten Media Siber”. Koordinator Wilayah AMSI/Founder Kabar Grup Indonesia Upi Asmaradhana membahas tentang “Kemandirian Perusahaan Pers Menghadapi Bisnis Media Siber”.





Komentar tentang post