Badan tersebut mengatakan 49 korban tewas yang dilaporkan berasal dari Cebu, sebagian besar akibat tertimpa reruntuhan bangunan, tanah longsor, dan banjir.
Jumlah korban tewas akibat banjir besar akibat Topan Tino di Kota Canlaon, Negros Oriental, telah meningkat menjadi 12 orang, kata seorang pejabat pada hari Rabu.
Seth Bariga, petugas informasi Pusat Operasi Darurat (EOC) kota tersebut, mengatakan kepada PNA bahwa semua jenazah telah ditemukan dan telah diidentifikasi oleh keluarga mereka.
“Enam jenazah lagi telah ditemukan pada sore hari seiring berlanjutnya operasi pencarian dan pemulihan untuk 18 orang lainnya yang masih hilang,” kata Bariga.
Kota Canlaon kini dapat diakses melalui jalan-jalan kecil seiring operasi pembersihan yang digelar sehari setelah Tino melintasi Visayas, sementara upaya sedang dilakukan untuk membuka jalan raya nasional di Barangay Panubigan, jalan utama menuju pusat kota, tambahnya.
Barangay tersebut mengalami kerusakan lebih parah setelah sungai meluap ke jalan raya pada hari Selasa, menutup akses ke distrik pusat kota.
Sementara itu, Badan Jaringan Listrik Nasional Filipina (NGCP) menyatakan bahwa layanan listrik saluran Maasin–San Isidro 69-kV telah pulih, sementara 19 saluran transmisi lainnya masih terputus akibat dampak Topan Kalmaegi.




