Untuk itu, Wali Kota Gorontalo berharap sinergitas semua unsur untuk menangani kasus HIV dan AIDS di Kota Gorontalo.

Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Gorontalo, dr. Riyanti Suleman menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo terus memberikan perhatian serius terhadap pengendalian HIV dan AIDS.
Hal ini dibuktikan dengan temuan-temuan kasus. Setiap ada kasus, langsung diobati atau ditangani oleh petugas KPA Kota Gorontalo.
Menurut dr. Riyana, sejak bulan Januari sampai dengan Bulan Desember 2023, KPA Kota Gorontalo terus melaksanakan penemuan kasus secara dini, guna mencegah tidak bertambahnya kasus HIV dan AIDS di Kota Gorontalo.
HIV dan AIDS
Profil Kesehatan Indonesia 2022, yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI tahun 2023, menjelaskan bahwa HIV adalah virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia.
Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan kekebalan sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain.
AIDS adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Orang yang terinfeksi HIV memerlukan pengobatan Antiretroviral (ARV) untuk menekan jumlah virus HIV di dalam tubuh.
Virus yang tertekan (tersupresi) tidak berpotensi menular kepada orang lain, dan orang dengan HIV akan memiliki kualitas hidup yang baik. Penemuan kasus pada stadium awal dan segera mendapatkan pengobatan ARV, membuat seseorang tidak jatuh pada HIV stadium lanjut (AIDS).




