Untuk membantu aksesibilitas pelaku usaha, nelayan dan anak buah kapal (ABK) dalam mengakses kredit murah tersebut, Destructive Fishing Watch Indonesia, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Serikat Awak Kapal Perikanan Sulawesi Utara dan LPMUKP melaksanakan kegiatan sosialisasi dan asistensi kredit nelayan di kelurahan Papusungan, Lembeh Selatan, Jumat (16/10) pekan lalu.
Koordinator Nasional DFW-Indonesia, Moh Abdi Suhufan, mengatakan, perikanan skala kecil sangat menopang keberlanjutan industri perikanan di Bitung, sehingga akses dan serapan kredit bagi nelayan kecil mesti tingkatkan.
Karena itu, kegiatan asistensi kredit murah dilakukan untuk memperluas akses permodalan usaha bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan skala kecil dan menengah di kota Bitung.
Menurut manajer lapangan SAFE Seas Project-DFW, Laode Hardiani, masalah permodalan usaha merupakan keluhan yang masuk di Fishers Center Bitung.
“Pemilik kapal meminta agar Fisher Center membantu fasilitasi modal ke lembaga keuangan bank dan non bank agar mereka bisa mendapatkan akses,” kata Laode.
Fishers Center, ISKINDO dan Serikat Pekerja Awak Kapal Perikanan akan memberikan asistensi penyusunan proposal usaha perikanan tangkap.
“Kami menargetkan pada akhir tahun ini, dengan fasilitasi Fishers Center Bitung, kredit bagi usaha penangkapan ikan akan terealisasi sebanyak Rp 3 miliar,” kata Laode.





Komentar tentang post