Darilaut – Media arus utama menghadapi tekanan disrupsi digital serta penurunan trafik atau jumlah pengunjung situs web dan revenue. Sementara influencer muncul sebagai kekuatan baru dengan jangkauan luas dan tingkat keterlibatan tinggi. Lanskap informasi di Indonesia saat ini tengah mengalami pergeseran besar.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menegaskan bahwa keberlanjutan jurnalisme di tengah transformasi digital sangat bergantung pada fondasi ekonomi dan tata kelola yang kuat.
“Perkembangan platform AI menandai babak baru bagi masa depan para news creator. Namun pada akhirnya, jurnalisme berkualitas tetap bergantung pada model bisnis yang sehat dan sumber pendapatan yang berkelanjutan,” ujar Wahyu dalam forum “Diseminasi Riset Influencers dan Keberlanjutan Media di Indonesia”.
Kegiatan ini digelar oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bekerja sama dengan BBC Media Action (BBC MA), dengan dukungan dari IDN Times, pada Rabu (22/4).
Wahyu menyoroti pentingnya kesetaraan dalam ekosistem digital, terutama dalam relasi antara media dan platform teknologi.
“Keterlibatan platform AI perlu diiringi dengan mekanisme yang adil, termasuk kompensasi yang layak atas penggunaan konten berita. Ini penting untuk memastikan keberlanjutan industri media,” ujarnya.




