Anis dan puluhan ribu nelayan tradisional lainnya, selain mendapatkan hasil dari penjualan tuna juga telah berkontribusi untuk ekspor tuna dari Indonesia.

Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI) mencatat, Indonesia saat ini sebagai leader (pemimpin) global one-by-one caught tuna.
Berdasarkan situs Indonesiantuna.com, tangkapan tuna Indonesia berkontribusi untuk pasokan tuna dunia. Sebagian ikan tuna ini hasil tangkapan secara tradisional dengan menggunakan pancing atau handline.
Industri perikanan tuna di Indonesia pun disiapkan untuk mendapatkan sertifikasi MSC (Marine Stewardship Council).
Penangkapan ikan satu per satu ini sangat penting untuk keberlanjutan stok ikan dan ketertelusuran asal ikan. Penangkapan ikan satu per satu ini tidak menghasilkan tangkapan sampingan dan tetap dapat dipastikan induk tuna akan tetap tersedia.
Brand penangkapan tuna satu persatu ini telah diluncurkan pada acara Seafood Expo Global di Brussels, Belgia. Launching brand tuna Indonesia “Sustainable by Tradition – One by One Tuna” di Seafood Expo Global ini dilakukan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kerajaan Belgia Luksemburg dan UE Yuri Octavian Thamrin, Rabu (8/5).
Seafood Expo Global 2019 merupakan pameran perdagangan makanan laut terbesar di dunia.





Komentar tentang post