Memetakan Lokasi Memijah dan Asuhan Ikan Tuna

FOTO: DARILAUT.ID

HASIL tangkapan ikan yang masuk di Balai Pelabuhan Perikanan Pantai (BPPP) Tumumpa, Manado, awal Agustus ini masih didominasi cakalang dan baby tuna (panitang). Khusus baby tuna, yang didaratkan 1 Agustus sebanyak 11.720 kilogram.

Sebelumnya, pada bulan Juli, baby tuna juga mendominasi hasil tangkapan nelayan. Seperti Sabtu (28/7) baby tuna yang ditangkap sebanyak 42.520 kilogram.

Kepala Balai Pelabuhan Perikanan Pantai (BPPP) Tumumpa, Manado, Audie Dien mengatakan, untuk data produksi perikanan tangkap yang didaratkan sepanjang tahun 2017 sebanyak 10.978.833 kilogram. Rata-rata setiap hari 30,08 ton. Dari jumlah tersebut, hasil tangkapan baby tuna di tahun 2017, sebanyak 2.107.643 kilogram.

Kondisi hasil penangkapan baby tuna di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 716 ini, mirip dengan Teluk Tomini di WPP 715.

Budi Nugraha dan Suwarso (2006) telah melakukan penelitian soal ini di Teluk Tomini. Satu dekade lalu, hasil tangkapan di Teluk Tomini didominasi kelompok ikan muda (baby tuna).

Penangkapan ikan ini, terutama di bulan Januari sampai Juni. Ikan-ikan dewasa berukuran di atas 50 kg banyak tertangkap bulan Agustus sampai Desember.

Siti Mardlijah dan Aisyah (2011) menjelaskan bahwa perikanan yellowfin tuna di Teluk Tomini sudah mengarah pada overfishing. Hal ini dapat dilihat dari produksi tuna yang terus menurun, dominannya ikan juvenil dalam setiap tangkapan ikan, serta semakin jauhnya lokasi penangkapan ikan tuna.

Daerah penangkapan yang semakin jauh menimbulkan konsekuensi biaya operasional yang semakin mahal dan spesifikasi perahu juga harus disesuaikan untuk perjalanan jarak jauh. Nelayan di Gorontalo pun mencari ikan hingga ke perairan Laut Maluku akibat penurunan tangkapan yellowfin tuna.

Selanjutnya, Siti Mardlijah dan Enjah Rahmat (2012) mengemukakan tekanan penangkapan terhadap juvenil ikan madidihang di perairan Teluk Tomini yang sangat tinggi. Juvenil yang tertangkap dengan pancing ulur sebanyak 88,11% dan seluruh hasil tangkapan pukat cincin (100%) terdiri dari ikan madidihang juvenil.

Masih di Teluk Tomini, Siti Mardlijah dan Mufti Petala Patria (2012) melakukan penelitian biologi reproduksi Madidihang (Thunnus albacares Bonnatere 1788) musim pemijahan ikan madidihang di perairan Teluk Tomini diperkirakan berlangsung mulai bulan Desember.

Beberapa perairan Indonesia Timur merupakan lokasi pemijahan ikan tuna, seperti di Laut Banda hingga ke Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur.

Peneliti dari Pusat Riset Perikanan KKP, R. Thomas Mahulette mengatakan ada kecenderungan, ikan tuna berada pada perairan laut Sulawesi Utara. Dari perairan ini, ikan tuna terus menuju ke Teluk Tomini, Kendari, Laut Banda sampai ke Laut Timor.

Menurut Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ikram Sangadji, Laut Sawu merupakan area pembesaran 55 jenis larva ikan ekonomis penting. “Larva ikan ekonomis didominasi tuna,” katanya.

Dari aspek perikanan, menurut Ikram, Laut sawu berperan untuk ekspor larva dan spill over ke beberapa WPP. Terutama di WPP 713.

Selain itu, Ikram menyarankan, di setiap pelabuhan perikanan terdapat data biologi perikanan. Peran pelabuhan terhadap manajemen perikanan tangkap, masih konvensional. “Artinya, masih berkutat pada penyediaan dan pelayanan logistik, serta data produksi (volume dan nilai),” katanya.

Pelabuhan perikanan di Indonesia, menurut Ikram, masih belum menyajikan data dan informasi tahunan ikan yang didaratkan berdasarkan morfometri. Seperti jenis kelamin dan kondisi biologi ikan, terutama tingkat kematangan gonad.

Akibatnya, tidak diketahui perbandingan jumlah ikan yang tertangkap berdasarkan morfometri dan jenis kelamin. “Tingkat kematangan gonad ikan yang tertangkap sepanjang tahun tahun juga tidak diketahui,” katanya.

Ikan tuna hidup di Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Samudera Atlantik. Selain peran ekonomi sebagai komoditi utama hasil perikanan, ikan tuna memiliki aspek konservasi.

Itu sebabnya, penangkapan juvenil dan ikan-ikan kecil, seperti baby tuna akan mengarah pada overfishing. Kondisi ini yang pernah terjadi di Teluk Tomini, sejak sepuluh tahun lalu. Baby tuna ini belum sempat memijah, tetapi sudah ditangkap.

Dengan data dan informasi yang memadai, akan memudahkan untuk memetakan lokasi pemijahan dan asuhan ikan. Selain itu, sangat penting untuk keberlanjutan pemanfaatan spesies ikan ini di laut. VM

Exit mobile version