Mengapa Penyu Tak Bisa Membedakan Plastik dan Ubur-ubur?

VERRIANTO MADJOWA

Penyu tak bisa membedakan plastik yang mirip dengan ubur-ubur. FOTO: NOAA FISHERIES

HASIL survei samudera yang telah dilakukan University of Exeter, Inggris, di seluruh dunia menemukan bahwa sampah plastik telah membunuh 1000 penyu setiap tahunnya.

Persoalan plastik yang dikonsumsi penyu ini sudah diteliti beberapa tahun lalu. Tim peneliti mengumpulkan hasil nekropsi sejak 1968. Ketika itu, isu plastik dimakan biota laut, seperti penyu sudah disampaikan sejumlah ahli kelautan.

Apakah plastik yang dimakan penyu hanya dibesar-besarkan atau memang kenyataan. Hasil nekropsi ini yang diperiksa kembali.

Adalah Prof Dr Mike James dari Departemen Biologi Dalhousie University bersama tim telah memeriksa sebanyak 317 hasil nekropsi (bedah bangkai) penyu belimbing. Hasil ini kemudian dipublikasi di jurnal Marine Pollution Bulletin.

Seperti ditulis sciencedaily.com Maret 2009, tim ini menemukan sepertiga dari penyu belimbing yang mati karena telah menelan plastik.

Mengapa penyu belimbing ini makan plastik?

Di lautan, plastik bening dan transparan itu mirip dengan ubur-ubur. Makanan favorit penyu belimbing, ubur-ubur. Satwa ini salah mengira, bahwa plastik itu makanannya.

Setelah penyu belimbing menelan plastik, dapat mengganggu tenggorokan dan sistem pencernaan, sistem reproduksi dan tak bisa makan. Plastik yang sudah ditelan dan masuk dalam tubuh sulit untuk disembuhkan.

Terdapat tujuh jenis penyu di dunia, hampir semuanya mengonsumsi ubur. Tujuh jenis itu, masing-masing penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan/penyu bromo (Caretta caretta) penyu pipih (Natator depressus ), penyu lekang (Lepidochelys olivacae) dan penyu lekang kempi (Lepidochelys kempii).

Penelitian terhadap penyu hijau yang mati terdampar juga telah dilakukan di pantai Timur Uni Emirat Arab (UEA) Teluk Oman. Penyu ini mati karena menelan sampah plastik.

Sebanyak 14 penyu hijau yang mati terdampar di Teluk Oman telah menelan serpihan berwarna putih atau transparan.

Seperti diberitakan Gulfnews.com awal September ini, penyu yang mati ini 86 persen telah menelan sampah plastik. Selain itu, terdapat tali, kain, cotton buds, tas anyaman, plastik biasa, tali pancing, kait, jaring dan perangkap.

Di Indonesia, khususnya di pantai Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat tim World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia dan dokter hewan Flying Vet Indonesia penyu yang terdampar karena sakit mengalami malnutrisi. Ini akibat lambung penyu ini tersumbat sampah plastik yang berukuran besar, 5 x 8 sentimeter.

Pesisir Paloh merupakan habitat penting peneluran dan pakan bagi empat jenis penyu, yakni hijau, sisik, lekang dan belimbing. Selain itu, habitat perkawinan dan jalur migrasi atau lalu lintas penyu.

Selain plastik, material berwarna hitam dengan konsistensi padat yang banyak dijumpai disepanjang pantai Paloh ditemukan menempel dan menggumpal pada saluran pencernaan penyu.

Di Bali, pada 13 Juli lalu, ditemukan plastik di dalam perut penyu yang mati terdampar di pantai Penarukan, Kecamatan Buleleng. Nekropsi dilakukan tim dari Program Studi S1 Akuakultur, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Undiksha, Bali.*

 

Exit mobile version