Prof Aprilani Soegiarto: Pioner Oseanografi dan Ilmu Kelautan di Asia Tenggara

Aprilani Soegiarto mendapat penghargaan dari IOC Sub-Committee for the Western Pacific (IOC/WESTPAC), 28 Maret 2011. FOTO: DOK. ANUGERAH NONTJI

PADA Jumat (17/8), peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Aprilani Soegiarto yang mengawali karir dengan memperkenalkan oseanografi di Indonesia meninggal dunia.

Almarhum dimakamkan pada Sabtu (18/8) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta. Sebelum dimakamkan, almarhum disemayamkan di kediamannya dan disholatkan di masjid LIPI, Gatot Subroto, Jakarta.

Kepala LIPI Dr Laksana Tri Handoko mengatakan, dunia iptek kehilangan seorang ilmuwan handal di bidang oseanografi.

“Kita semua merasa kehilangan atas wafatnya beliau. Beliau adalah tokoh panutan dan ilmuwan mumpuni di bidang oseanografi dengan beragam prestasi,” kata Laksana.

Selama karir sebagai ahli oseanografi, almarhum telah menerbitkan lebih dari 110 makalah ilmiah yang diterbitkan di berbagai jurnal dan buku, baik di dalam dan luar negeri. Bahkan pada 1991 Aprilani telah mengangkat isu perubahan global di Indonesia.

Ia menuangkan gagasan ini lewat orasi ilmiah pengukuhan guru besar di Institut Pertanian Bogor. Orasi ini dengan judul “Peranan Perairan Laut Indonesia pada Isu Perubahan Global dengan Tekanan Pembahasan pada Kenaikan Paras laut dan Pengembangan Wilayah Pesisir.”

Semasa hidupnya, Aprilani tidak pernah berhenti mengenalkan dan mempromosikan pentingnya oseanografi dan kelautan. Oseanografi, ilmu yang didukung empat pilar, yakni fisika, kimia, biologi dan geologi.

Aprilani ikut merintis metode pengukuran produktivitas primer di laut dengan teknik radio-isotop serta penerapannya di kapal riset Gascoyne (Australia), kapal riset Vityaz (Russia), dan kapal riset Jalanidhi (Indonesia).

Pada usia 80 tahun, Aprilani sempat hadir dalam peringatan ulang tahunnya di LIPI. Almarhum meninggal di usia 83 tahun.

Sosok Aprilani selama ini dikenal sebagai ilmuwan cerdas dan tekun dalam bidangnya. Ia lahir 15 April 1935, putra dari pasangan Wongso Wihardjo dan Muinem.

Aprilani menyelesaikan pendidikan Sekolah Rakyat dan Sekolah Menengah Pertama di Yogyakarta. Setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas di Semarang pada 1952, melanjutkan pendidikan di Akademi Pertanian Ciawi dan lulus Agustus 1955.

Pada April 1959, Aprilani menjadi peneliti dengan bergabung di “Lembaga Penyelidikan Laut”. Delapan bulan setelah bergabung “Lembaga Penyelidikan Laut” Aprilani melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master Biologi dari University of Hawaii di 1963.

Pada 1962, lembaga ini berganti nama menjadi “Lembaga Penelitian Laut” sebagai salah satu bagian dari Lembaga Biologi Nasional MIPI (Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Lima tahun kemudian, tepatnya tahun 1969, Aprilani melanjutkan studi dan meraih gelar Doktor bidang oseanografi pada 1972 di University of Hawaii. Sepulang dari Hawaii, almarhum meniti karier sebagai peneliti Ekologi Laut hingga memperoleh jenjang Peneliti Utama pada 1984.

Kiprahnya sebagai peneliti oseanografi menghasilkan berbagai publikasi ilmiah di bidang kelautan.

Dedikasi Aprilani dalam pengembangan ilmu pengetahuan diakui di tingkat nasional dan internasional. Berbagai penghargaan telah diraih, antara lain penghargaan ilmu pengetahuan Sarwono Award 2003, WorldFish Achievement Award 2003, Silver Medal dari Wageningen University and Research Center pada April 2003.

Penghargaan atas dedikasinya dalam bidang kemaritiman berupa Bintang Jasa Utama dari Presiden Republik Indonesia 1995, serta ASEAN-COST Achievement Award 1987.

Dalam karir struktural, Aprilani menjabat sebagai Direktur LON periode 1972-1984. Pada 1986 hingga 1993, diangkat menjadi Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Alam LIPI.

Sebagai tokoh oseanografi dan kelautan, Aprilani pernah menjabat sebagai Wakil Kepala LIPI periode 1993-1996.

Aprilani juga pernah menjabat sebagai Ketua ASEAN Sub-Committee on Marine Science selama 15 tahun. Dalam posisi itu ia berhasil mengembangkan kerjasama yang baik antar sesama negara ASEAN dan juga kerjasama antara kelompok ASEAN dengan mitranya: Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Masyarakat Eropa.

Ia juga sebagai Dewan Pembina di ICLARM (International Centre for Living Aquatic Resources Management) yang bermarkas di Manila. Lembaga ini kemudian menjadi Worldfish yang bermarkas di Penang, Malaysia.

Di lembaga ini Aprilani banyak membantu dalam peningkatan kemampuan pengelolaan sumberdaya laut di kawasan Asia Tenggara.

Dalam salah satu tulisannya, Meryl William yang pernah sebagai Direktur Jenderal Worldfish menyebutkan, Aprilani sebagai pioneer in oceanography, fisheries, coral reefs, and mangroves research di kawasan Asia Tenggara.

Kiprahnya dalam dunia oseanografi, meluas sampai ke tingkat Pasifik dan dunia. Ia diangkat sebagai Presiden International Society of Mangrove Ecosystem (ISME) tahun 1999-2005.

Sebelumnya, Aprilani menjadi Ketua Program Group – West Pacific (PG WESTPAC) tahun 1979-1985. Negara yang terlibat dalam program ini meliputi Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, New Zealand dan beberapa negara Pasifik Selatan sampai Kepulauan Tahiti.

Dari pengalaman menjadi ketua PG WESTPAC Aprilani dikenal di lingkar IOC (Intergovernmental Oceanographic Commission) yang bermarkas di UNESCO Paris. Ia menjadi anggota Executive Council of IOC selama 11 tahun.

Sepak terjangnya dalam dunia oseanografi mendapat penghargaan dan akhirnya mengantarnya menjadi Wakil Ketua IOC tahun 1985-1987. Sebuah jabatan prestisius di badan dunia dalam bidang oseanografi.

Selain itu, Aprilani berperan dalam membidani lahirnya Program COREMAP (Coral Reef Rehabiltation and Management Program) di Indonesia yang dilaksanakan dalam tiga tahap, dimulai tahun 1998. Program COREMAP kini telah berkembang menjadi COREMAP-CTI (COREMAP – Coral Triangle Initiative) yang melibatkan kawasan Asia Timur dan Pasifik.*

Sumber:

– Dr Anugerah Nontji “Aprilani Soegiarto: Mengentaskan Harkat Oseanografi Nusantara” (Penjelajahan dan Penelitian Laut Nusantara dari Masa ke Masa: P2O LIPI, 2009, hal 353 – 359).

– Dr Anugerah Nontji “Aprilani Soegiarto: Peranannya dalam Pengembangan Ilmu Kelautan dan Lingkungan di Indonesia, 2017”

– Oseanografi.lipi.go.id

 

Exit mobile version