Sejarah Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Ilustrasi Ayo Kita Siaga Tsunami

GEMPA yang berpusat di Donggala, terjadi pada Jumat (28/9) pukul 17.02.44 WIB (18.02.44 Wita).

Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter (SR). Lokasi berada di 0.20 Lintang Selatan dan 119.89 Bujur Timur, pada kedalaman 11 kilometer. Beberapa saat kemudian, gempa ini disertai tsunami di Teluk Palu dan likuifaksi di Kota Palu dan Sigi.

Risna Widyaningrum dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral mencatat sejumlah gempa dengan magnitude yang besar. Risna pada September 2012, melakukan kegiatan di Palu untuk “Penyelidikan Geologi Teknik Potensi Liquifaksi Daerah Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.”

Sejarah gempa bumi di bagian tengah Sulawesi telah tercatat sejak abad ke-19. Beberapa di antaranya mempunyai magnitude yang besar. Pada 1968 (6,7 SR), 1993 (5,8 SR) dan 2005 (6,2 SR).

Kegempaan di Sulawesi ini juga ditandai dengan frekuensi tsunami yang tinggi di bagian Selat Makassar, seperti yang terjadi pada 1927 di Teluk Palu, dengan ketinggian gelombang mencapai 15 meter, tahun 1968 di Mapaga (10 meter) dan 1996 di Simuntu – Pangalaseang (1 – 3,4 meter).

Gempa di Kota Palu dan sekitarnya, sangat merusak dan beberapa menimbulkan tsunami.

Exit mobile version