Bogor – Banyak faktor yang dapat menyebabkan mamalia laut terdampar. Peristiwa terdamparnya mamalia laut antara lain, karena sakit, umur, dimangsa predator, cuaca buruk, ditangkap langsung dan disorientasi. Disorientasi ini seperti, gempa dasar laut, gangguan pada sistem sonar, aktivitas seismic dan suara kapal.
Selain itu, terdamparnya mamalia laut lantaran dibom, ditombak, terjerat jaring nelayan secara tidak sengaja, kualitas air laut yang buruk karena pencemaran dan tabrakan dengan kapal. Penanganan yang tepat untuk mamalia terdampar merupakan hal yang penting. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan peluang satwa ini tetap hidup.
Peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (ITK FPIK IPB) Adriani Sunuddin SPi MSi mengatakan, di perairan Indonesia terdapat sebanyak 35 jenis mamalia laut. Mamalia laut ini memiliki kemampuan menahan nafas cukup lama untuk menyelam.
Menurut Adriani, kemampuan mamalia laut ini karena didukung anatomi dan morfologi yang khas. Namun, penglihatan mamalia laut tidak begitu tajam. Mamalia laut memiliki kemampuan untuk mengubah sistem indra dari visual menjadi audio dan mengembangkan komunikasi suara.

Penjelasan Adriani ini disampaikan dalam Pelatihan Penanganan Mamalia Terdampar. Kegiatan ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, Institut Pertanian Bogor (Himasper IPB). Kegiatan berlangsung di Ruang Diskusi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Kampus IPB Dramaga, Bogor 8 – 9 September. Praktik pelatihan ini juga dilakukan di Kolam Renang Cinangneng.
Peserta pelatihan diajak mengenal terlebih dahulu jenis-jenis mamalia laut. Selain itu, dokumentasi yang tepat untuk dapat memahami pengelolaan kawasan konservasi, mengetahui kegiatan di laut yang tidak lestari dan persebaran satwa laut di Indonesia.
Penanganan mamalia laut secara umum dapat digolongkan menjadi dua kondisi, yakni hidup dan mati. Penanganan yang tepat pada mamalia laut yang masih hidup adalah diselamatkan. Setelah peserta mempelajari teorinya, simulasi praktik penyelamatan mamalia terdampar dilakukan baik di dalam dan di luar ruangan.*
Sumber: ipb.ac.id





Komentar tentang post