Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nany Afrida, mengatakan kondisi kemerdekaan pers di Indonesia.
“Tahun ini pola-pola rezim Orde baru kian menguat dengan terjadinya teror simbolik seperti kiriman teror kepala babi, bangkai tikus dan bentuk lainnya. Di AJI Indonesia sendiri juga mencatat ada setidaknya 22 teror pada jurnalis,” ujar Nany.
Rekomendasi adalah perlunya unit respon cepat kekerasan Jurnalis dengan berefleksi pada kondisi rezim saat ini. Rekomendasi yang dapat dilakukan kedepan Unit respons cepat untuk kasus kekerasan fisik & teror mengingat kondisi saat ini, kata Nany.




