Selain itu kegiatan workshop juga dihadiri secara daring oleh perwakilan dari UPN Veteran Yogyakarta, TDMRC Universitas Syiah Kuala, U-INSPIRE, dan CARI.
Direktur Sistem PB, Dr Udrekh mengatakan, literasi kebencanaan adalah pengalaman berharga yang menjadi landasan ilmu pengetahuan di masa depan.
Arsip, kata Udrekh, perlu dikumpulkan dan disimpan. Sehingga nantinya menjadi perpustakaan yang dapat digunakan bangsa Indonesia dan dunia.
Upaya ini harus dikelola dengan baik dan diseminasi ke seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pengetahuan kita bersama di masa depan.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Maluku, John M Hursepuny, Maluku bagai 2 sisi mata uang.
Selain dikenal memiliki potensi sumber daya alam dan rempah-rempah yang memikat bangsa asing, provinsi ini juga memiliki berbagai ancaman bencana baik geologi maupun hidrometeorologi.
Ancaman bencana hidrometeorologi sering terjadi, namun dampak bencana yang besar disebabkan oleh bencana geologi.
Tercatat beberapa gempa besar dan tsunami pernah terjadi di Maluku yang menyadarkan kita untuk hidup berdampingan dengan risiko bencana yang tinggi.





Komentar tentang post