Permintaan global akan produk hiu, seperti sirip, minyak hati, dan daging menyebabkan penurunan tajam populasi hiu. Diperkirakan kelimpahan hiu dan pari laut telah menurun sebesar 71% sejak tahun 1970.
Penurunan spesies hiu sebagian besar disebabkan meningkatnya penangkapan ikan sebesar 18 kali lipat.
Sejalan dengan itu, tiga perempat dari semua spesies hiu samudera sekarang dianggap berisiko punah secara global.
Hal yang menunjukkan penurunan ini, seperti pada jenis hiu karang (reef sharks). Spesies ini tidak terlihat di hampir seperlima dari 15.000 survei bawah air dengan menggunakan video yang dilakukan di seluruh zona pesisir dunia. Hiu ini sama sekali tidak ada di lokasi survei di beberapa negara pesisir.
Yang berkontribusi penurunan spesies hiu adalah kesalahan pelabelan produk makanan laut, baik disengaja atau tidak disengaja.
Praktik mis-labeling umumnya melibatkan penggantian produk bernilai rendah dengan produk yang bernilai lebih tinggi untuk meningkatkan keuntungan ekonomi.
Penelitian ini telah dipublikasi pada 4 Maret 2022, DOI: https://doi.org/10.3389/fmars.2022.836941





Komentar tentang post