”Bagaimana bisa demokrasi akan terwujud jika dalam penyelenggaraannya diawali dengan perspektif yang bias gender,” ujarnya dalam nada tanya.
Menurut Atay, kesetaraan gender harus menjadi perspektif (cara pandang) di semua bidang termasuk dalam politik. Berarti memastikan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam mengakses, berpartisipasi, dan mempengaruhi proses politik.
Termasuk hak untuk memilih dan dipilih, serta menduduki posisi kebijakan publik dan kepemimpinan politik, kata Atay.
Namun, menurut Atay, kepemimpinan perempuan hingga kini masih menjadi sebuah Paradoks. Alih-alih menjalankan amanah afirmasi positif dengan mempertimbangkan 30% keterwakilan perempuan, dalam peluncuran maskot Pilkada baru-baru ini yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Gorontalo pada 1 Mei 2024, salah satunya sangat buta gender.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo secara resmi meluncurkan maskot ”Hiu Paus” yang akan digunakan pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) 2024.
Kegiatan ini digelar dalam acara “Peluncuran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Gorontalo 2024” bertempat di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Rabu (1/5) malam.
Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Fadliyanto Koem, mengatakan, prasyarat utama atau ketentuan dalam sayembara maskot Pilkada Provinsi Gorontalo haruslah ikonik yang dapat menggambarkan atau mencirikan Provinsi Gorontalo.




