Penelitian Prof. Dakia menemukan bahwa tuturan adat Gorontalo memiliki beberapa ciri, seperti disampaikan dalam bentuk tuja’i, simbolik, halus, dan berirama.
Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa bahasa adat Gorontalo memiliki sistem formulaik yang terdiri dari formula inti dan formula isian.
Formula inti ini digunakan sebagai dasar untuk menciptakan formula-formula lain yang diisikan pada slot-slot yang ada.
Penelitian ini juga menemukan bahwa para juru bicara dalam upacara pernikahan memiliki kebebasan untuk menciptakan variasi dalam tuturan adat Gorontalo.
Penelitian ini memperluas teori formula yang dikemukakan Tuloli dan menunjukkan bahwa bahasa adat Gorontalo memiliki sistem formulaik yang unik dan kompleks.




