Alex membahas topik “Memulung Kembara Kelana Nakhoda Kajian Maritim Indonesia”. Judul tersebut, baginya, mengandung makna analogis sosio psikologis yang membebaskan pikirannya dari persoalan legalitas. Sehingga ia bisa lebih bebas berpendapat mengagumi sosok Lapian.
Alex menyajikan data karya–karya ilmiah Lapian pada periode 1964 – 2009 dengan penemuan sejumlah 219 karya artikel dan buku khusus bertema maritim.
“Tentu saja jumlah itu tidak termasuk karya-karya lainnya lagi yang masih banyak tentunya,” kata Alex.
Lapian sangat hangat di dalam mengembangkan ilmunya, di dalam menulis karya berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Lapian juga seorang yang melakukan proses alih rupa status yang diberikan untuk orang-orang yang bekerja di dunia kelautan.

“Bermula dari istilah yang digunakan seperti orang laut dan raja laut menjadi nelayan dan pengusaha nelayan. Hal ini yang juga menjadi catatan sejarah kehadiran para penguasa baru di Indonesia sebagai nelayan profesional,” kata Alex.
Alex mengakui kehebatan Lapian, dengan hal ini, telah mewariskan Kompas Penanda Kiblat dan semangat bahari bagi bangsa Indonesia.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengatakan, jasa seorang Lapian sangat besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan bidang kemaritiman.
“Beliaulah yang telah membangun pondasi kajian maritim di Indonesia, bahkan Asia Tenggara,” kata Handoko.





Komentar tentang post