“Dengan kontribusi dan reputasi beliau pada pengembangan pengetahuan dan pemberdayaan komunitas maritim, sudah sewajarnya kita sebagai penerusnya memberikan apresiasi dan komitmen untuk terus mengembangkan apa yang telah beliau semai selama karir akademisnya.”
Komitmen besarnya tidak sebatas pada hasil karya ilmiah saja, namun juga kontribusinya pada kebijakan, advokasi, serta perhatiannya terhadap komunitas-komunitas sejarah maritim di Indonesia.
Handoko juga mengungkap karya besar Lapian yang menyingkap sejarah jalur perdagangan maritim di Maluku pada awal abad 16.
“Selain melengkapi isu maritim, perspektif yang dikembangkannya berkontribusi pada orang – orang yang seringkali dianggap marginal, baik pada realitas masa lalu maupun dalam kajian sejarah,” ujarnya.
Dalam hal ini, karir seorang Lapian sebagai nakhoda kajian maritim, dikembangkan dalam dua ranah kelembagaan baik di lembaga penelitian maupun di perguruan tinggi.
Lapian juga tidak hanya bergelut di bidang kemaritiman saja, namun juga memimpin riset-riset yang bersifat multidisiplin, seperti sosiologi, antropologi, dan ilmu lingkungan, bahkan meluas pada disiplin pengembangan ilmu lainnya.
Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, Ahmad Najib Burhani menjelaskan bahwa AB Lapian adalah seorang sejarawan utama di Indonesia.





Komentar tentang post