Jasa Lapian yang harus diingat terus, lantaran kontribusinya yang luar biasa selaku pendiri kelompok kajian maritim sekaligus menghidupkan komunitas-komunitas maritim.
Pengakuan terhadap kepiawaian Lapian, diceritakan Najib, seorang ilmuwan dari University Malaya, Saharil Kholik memberikan gelar kepada Lapian sebagai nakhoda pertama sejarawan di maritim Asia Tenggara.
“Bahkan, pada saat itu, Antonie Ray, seorang ilmuwan dari Australia Nasional University mengatakan, tidak ada sarjana Indonesia yang lebih baik darinya yang telah mendemonstrasikan keahliannya sebagai sejarawan,” kata Najib.
Indonesia telah diwarisi ilmu di bidang kemaritiman oleh Lapian dan kawan-kawan. Najib mengatakan, secara tidak langsung, Lapian mengajak agar kita menghargai bangsa Indonesia sebagai negara bahari dengan terus berkomitmen melanjutkan kerja Lapian tersebut.
Dalam kesempatan ini BRIN memberikan apresiasi penghargaan untuk mengenal sosok jasa A.B Lapian (1 September 1929 – 19 Juli 2011), kepada perwakilan keluarga, dalam hal ini dihadiri oleh Gideon Lapian.
Adrian B. Lapian lahir pada 1 September 1929 di Tegal, Jawa Tengah. Anak pertama dari tokoh pergerakan nasional di Manado B.W. Lapian, yang juga anggota Minahasaraad dan anggota Fraksi Nasional Volksraad.





Komentar tentang post