Peneliti Pusat Riset Obat dan Vaksin Asep Bayu mengatakan kerja sama internasional sangat diperlukan untuk mengeksplorasi dan mempercepat penemuan dan pengembangan obat alami laut. Apalagi kepulauan Indo-Australia merupakan pusat (hot spot) biodiversitas laut yang memiliki multivariasi ecoregion, serta senyawa alami dari laut memiliki potensi tinggi sebagai kandidat obat.
Kepulauan Indo-Australia adalah laboratorium alam yang unik dan menjadi rumah bagi hampir seperempat spesies di darat, yang mana sebagian besar merupakan spesies endemis. Contohnya seperti keanekaragaman hayati Wallacea.
Menurut Asep area ini juga merupakan hot spot bagi terumbu karang dunia (seperti coral triangle dan great barrier reef) dan keanekaragaman hayati laut.
Kepulauan Indo-Australia mendapatkan paparan ultraviolet yang kuat, perbedaan suhu tinggi, variasi kedalaman yang luas, dan ruang terbatas. Sehingga berpengaruh pada sistem pertahanan biokimia alami dari spesies.
Hal tersebut, kata Asep, berdampak pada pembentukan metabolit sekunder dengan struktur yang unik dan memiliki bioaktivitas spesifik. Kondisi ini juga dapat meningkatkan indeks probabilitas untuk penemuan senyawa anti-tumor baru.
“Biodiscovery ditentukan oleh adanya keragaman dalam taksonomi tingkat tinggi dan peluang ekologi untuk menguraikan potensi metabolik. Saat ini senyawa alami dari laut dapat ditemukan pada hewan invertebrata laut seperti Porifera, Cnidaria, Echinodermata, Chordata, dan Moluscca,” ujar Asep.





Komentar tentang post