Pertama, memastikan pendanaan dan kapasitas yang memadai untuk kelompok kerja transshipment, yang bertugas merekomendasikan perbaikan manajemen.
Kedua, mewajibkan laporan dari pengamat kapal pengangkut dikirim ke sekretariat Komisi.
Ketiga, mengembangkan pengaturan berbagi data tentang aktivitas transshipment dengan organisasi pengelolaan perikanan regional lainnya untuk mencegah penangkapan ikan IUU dan memastikan bahwa aktivitas transshipment dapat dipantau dan diverifikasi.
Keempat, meningkatkan persentase aktivitas penangkapan ikan rawai yang diharuskan memiliki pengamat onboard untuk menyediakan data yang lebih banyak dan lebih baik untuk ilmu pengetahuan dan kepatuhan, dan mencegah wilayah tersebut menjadi saluran untuk penangkapan IUU.
Kelima, mewajibkan kelompok kerja pemantauan elektronik (electronic monitoring, EM) untuk menyelesaikan rekomendasi untuk standar minimum EM pada pertemuan tahunan tahun depan. EM telah terbukti menjadi cara yang hemat biaya untuk meningkatkan cakupan observer, meningkatkan pengumpulan data, dan mengisi celah ketika pengamat manusia tidak memungkinkan.
Terlepas dari tantangan pandemi global dan pertemuan tahunan virtual, WCPFC memiliki banyak peluang untuk mencapai kemajuan tahun ini. Anggota komisi harus tetap berkomitmen untuk berkoordinasi dan berkompromi, serta mendukung pengembangan solusi yang akan memungkinkan pengelolaan yang lebih efektif dan pengawasan yang lebih kuat di tahun-tahun mendatang.





Komentar tentang post