Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (2017), tingkat konsumsi tertinggi terdapat di wilayah Maluku (55,13 kg), sedangkan tingkat konsumsi terendah justru di pulau Jawa, seperti Jawa Barat (31 kg), Jawa Tengah (25,26 kg), Yogyakarta (23,14 kg) dan Jawa Timur (31,07 kg). Tingkat konsumsi nasional ini diharapkan mencapai rata-rata 55 kg per kapita per tahun pada tahun 2019.
Pertama, budaya kuliner setempat. Di Pulau Jawa misalnya, ikan bukan merupakan menu utama makanan sehari-hari. Selain itu, varian produknya pun masih terbatas, masih didominasi oleh ikan segar (beku/frozen) dan produk olahan ikan tradisional (ikan asap, ikan asin, ikan kering, krupuk dan lain-lain). Sedangkan Kelompok Ikan Makanan Jadi (KIMJ) yang lebih kompleks proses produksinya (seperti bakso, nugget, sosis, dan lain-lain) masih merupakan menu tambahan.
Kelompok ikan Tuna Cakalang Tongkol merupakan jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi (16.45 persen). Kemudian disusul dengan KIMJ seperti bakso, sosis, nugget, surimi dan lainnya (9,02 persen). Berturut-turut disusul oleh kelompok ikan Lele, Patin, dan Gabus (7,92 persen), Kembung (6,65 persen), Bandeng (5,43 persen), Mujair/Nila (5,26 persen), Udang dan Cumi (3,87 persen), Teri (3,36 persen), kelompok TCT asin (2 persen), dan ikan kembung asin (1,36 persen).





Komentar tentang post