Penelitian yang dilakukan Miftahul Khair Kadim dan Agus Asumbo tersebut mengambil beberapa sampel di lima stasiun pengamatan.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ditemukan adanya mikroplastik di semua stasiun pengamatan dengan rata-rata kepadatan mikroplastik sebesar 46,6 partikel/193,3 cm3. Berdasarkan karakterisitik warna, mikroplastik yang paling dominan ditemukan adalah warna transparan, warna lain juga ditemukan yaitu mikroplastik dengan berwarna biru, merah, hitam, hijau, kuning coklat dan ungu.
”Identifikasi Kandungan Mikroplastik Pada Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) di Pelelangan Ikan Kota Gorontalo” pada 2021-2022 dilakukan Yusril Rahmanto Bau dari program studi Kesehatan Masyarakat UNG.
Lima ekor sampel ikan cakalang di Pelelangan Ikan Kota Gorontalo diperiksa kandungan mikroplastik. Dari lima sampel daging ikan cakalang memperoleh hasil sebanyak 3 sampel ikan cakalang yang mengandung mikroplastik.

Mikroplastik yang terkandung dalam ikan cakalang semua berjenis mikroplastik fiber. Terdapat kelimpahan mikroplastik yang berbeda-beda dalam tiga ikan yang mengandung mikroplastik tersebut.
Mikroplastik ini diduga berasal dari alat tangkap ikan oleh nelayan, limbah rumah tangga, dan sampah plastik yang berakhir dilautan, menurut hasil penelitian tersebut.




