Jumat, September 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

redaksi
12 Mei 2026
Kategori : Berita
0
Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

GAMBAR: BRIN

“Mikroplastik primer diproduksi dalam ukuran kecil sejak awal, seperti pelet plastik dan bahan tertentu pada produk kosmetik. Sementara itu, mikroplastik sekunder berasal dari pecahan plastik berukuran lebih besar akibat paparan sinar matahari, gelombang laut, dan proses degradasi lainnya,” jata Prof. Reza seperti dikutip dari Brin.go.id.

Menurut Prof. Reza, sumber mikroplastik berasal dari berbagai aktivitas manusia, seperti limbah perkotaan, tempat pembuangan akhir, industri tekstil, aktivitas mencuci pakaian sintetis, hingga kegiatan perikanan.

Partikel-partikel tersebut kemudian terbawa melalui sungai, saluran air limbah, bahkan atmosfer sebelum akhirnya masuk ke laut, kata Prof. Reza.

Prof. Reza menegaskan bahwa laut sebenarnya bukan sumber pencemaran plastik, melainkan tempat akumulasi akhir dari sistem pengelolaan sampah yang belum optimal.

Berdasarkan hasil kajian tim peneliti, mikroplastik telah ditemukan hampir di seluruh wilayah perairan Indonesia, mulai dari sungai, waduk, danau, estuari, hingga laut lepas.

Penelitian juga menunjukkan bahwa seluruh sampel air dan sedimen yang diteliti mengandung mikroplastik.

Namun, distribusi penelitian di Indonesia masih belum merata. Sebagian besar studi masih terfokus di Pulau Jawa dan Bali, sementara wilayah timur Indonesia masih minim data penelitian.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BRINMikroplastikMuhammad Reza Cordova
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Postingan Terkait

Badai Tropis Surigae Menguat di Laut Filipina

Badai Tropis Surigae Menguat di Laut Filipina

25 September 2026
KKN UNG di Huangobotu Berfokus pada Pemasaran Produk Olahan Hasil Perikanan

KKN UNG di Huangobotu Berfokus pada Pemasaran Produk Olahan Hasil Perikanan

25 September 2026

Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

Naiknya Permukaan Laut Mengancam Rumah, Sistem Pangan dan Infrastruktur

Para Pemimpin Dunia Setuju Deklarasi Untuk Mengatasi Kenaikan Permukaan Laut

Kenaikan Permukaan Laut Kian Cepat

Presiden WMO Dr Abdulla Al Mandous: Makin Banyak Kejadian Cuaca Ekstrem

Hakim MK Bahas Perkara PHPU Pilpres, Sidang Putusan Syarat Pendidikan Awal Pekan Depan

Next Post
Ilmuwan Temukan Tumpukan Sampah Mikroplastik Dasar Laut Terbesar di Dunia

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

TERBARU

Badai Tropis Surigae Menguat di Laut Filipina

KKN UNG di Huangobotu Berfokus pada Pemasaran Produk Olahan Hasil Perikanan

Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

Naiknya Permukaan Laut Mengancam Rumah, Sistem Pangan dan Infrastruktur

Para Pemimpin Dunia Setuju Deklarasi Untuk Mengatasi Kenaikan Permukaan Laut

Kenaikan Permukaan Laut Kian Cepat

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Shanshan Mendarat di Prefektur Kagoshima Jepang

Merauke Mulai Ekspor Gelembung Renang

MMI, Cara Mengukur Skala Kekuatan Gempa

KKP Kembali Galang Bantuan untuk Sulawesi Tengah, Terkumpul Rp 3,9 Miliar

Insiden Pembajakan dan Perampokan Kapal Tahun 2025 Meningkat, Terbanyak di Selat Malaka dan Singapura

Anggota Serikat Awak Kapal Perikanan Sulawesi Utara Wajib Memiliki Sertifikat Keahlian

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.