Selasa, Agustus 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

redaksi
12 Mei 2026
Kategori : Berita
0
Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

GAMBAR: BRIN

“Mikroplastik primer diproduksi dalam ukuran kecil sejak awal, seperti pelet plastik dan bahan tertentu pada produk kosmetik. Sementara itu, mikroplastik sekunder berasal dari pecahan plastik berukuran lebih besar akibat paparan sinar matahari, gelombang laut, dan proses degradasi lainnya,” jata Prof. Reza seperti dikutip dari Brin.go.id.

Menurut Prof. Reza, sumber mikroplastik berasal dari berbagai aktivitas manusia, seperti limbah perkotaan, tempat pembuangan akhir, industri tekstil, aktivitas mencuci pakaian sintetis, hingga kegiatan perikanan.

Partikel-partikel tersebut kemudian terbawa melalui sungai, saluran air limbah, bahkan atmosfer sebelum akhirnya masuk ke laut, kata Prof. Reza.

Prof. Reza menegaskan bahwa laut sebenarnya bukan sumber pencemaran plastik, melainkan tempat akumulasi akhir dari sistem pengelolaan sampah yang belum optimal.

Berdasarkan hasil kajian tim peneliti, mikroplastik telah ditemukan hampir di seluruh wilayah perairan Indonesia, mulai dari sungai, waduk, danau, estuari, hingga laut lepas.

Penelitian juga menunjukkan bahwa seluruh sampel air dan sedimen yang diteliti mengandung mikroplastik.

Namun, distribusi penelitian di Indonesia masih belum merata. Sebagian besar studi masih terfokus di Pulau Jawa dan Bali, sementara wilayah timur Indonesia masih minim data penelitian.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BRINMikroplastikMuhammad Reza Cordova
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Postingan Terkait

Tropical Storm Chan-hom Approaches Tokyo

Tropical Storm Chan-hom Approaches Tokyo

11 Agustus 2026
Badai Tropis Chan-hom Mendekati Tokyo, Peilou ke Pasifik Utara

Badai Tropis Chan-hom Mendekati Tokyo, Peilou ke Pasifik Utara

11 Agustus 2026

Rektor UNG: Program KKN Ruang Belajar dan Pengabdian Mahasiswa

Gempa Dahsyat Kolombia, PBB Siap Memberikan Bantuan

111 Orang Tewas Akibat Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia

Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia Dirasakan Lebih Dari 10 Juta Orang pada Skala VI dan VII MMI

Cegah Narkoba, Stunting dan Penguatan Pangan Sebanyak 1.518 Mahasiswa Turun di 102 Desa

Typhoon Dolphin Brings Heavy Rain and Strong Winds After Making Landfall on Zhejiang Coast

Next Post
Ilmuwan Temukan Tumpukan Sampah Mikroplastik Dasar Laut Terbesar di Dunia

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

TERBARU

Tropical Storm Chan-hom Approaches Tokyo

Badai Tropis Chan-hom Mendekati Tokyo, Peilou ke Pasifik Utara

Rektor UNG: Program KKN Ruang Belajar dan Pengabdian Mahasiswa

Gempa Dahsyat Kolombia, PBB Siap Memberikan Bantuan

111 Orang Tewas Akibat Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia

Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia Dirasakan Lebih Dari 10 Juta Orang pada Skala VI dan VII MMI

AmsiNews

REKOMENDASI

Kabupaten Berau Kembangkan Sistem Informasi Ketertelusuran Produksi Udang

UNEP Merilis Laporan Tahunan 2023, Salah Satunya Menyoroti Krisis Iklim

KPU RI Alokasikan Anggaran Pemungutan Suara Ulang Dapil Gorontalo 6

Kasus Antraks Masuk Indonesia Sejak Tahun 1884

9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

Topan Mawar, Warga Taiwan yang Melihat Ombak Denda Rp 120 Juta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.