Akibat eksploitasi yang terus menerus, ketersediaannya semakin berkurang, keterdapatannya di bumi terbatas dan memiliki tingkat kesulitan untuk mendapatkannya.
Selain itu, banyaknya permintaan, persaingan geopolitik, masalah kebijakan perdagangan, dan fungsi dari mineral kritis, tak tergantikan oleh mineral lain.
“Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menentukan mineral kritis antara lain sebagai bahan baku industri strategis, umur cadangan komoditas utama, belum adanya teknologi ekstraksi dan pemurnian yang ekonomis, serta pasokan dalam negeri yang lebih kecil dibanding permintaan,” kata Triswan.
Selain titanium, kata Triswan, litium termasuk salah satu material kritis. Indonesia masih mengimpor litium dari negara-negara tertentu.
Menurut Triswan litium ini ke depan berguna dalam membangun industri kendaraan listrik, terutama dalam pembuatan baterai, sehingga diperlukan dalam jumlah banyak nantinya.
Untuk itu, tujuan kajian mineral kritis ini untuk mengetahui potensi keterdapatan mineral kritis dan kemungkinan pemenuhan kebutuhannya sebagai bahan baku industri strategis di dalam negeri.
Sumber daya pertambangan sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia maupun dunia.
Namun, sebagian besar sumber daya mineral yang dimiliki adalah sumber daya terbatas dan tak terbarukan.





Komentar tentang post