Namun ternyata jumlah ZOM yang telah memasuki musim kemarau saat ini baru mencapai 265 ZOM/ 37,9% yang mengindikasikan adanya beberapa wilayah mengalami keterlambatan dalam memasuki musim kemarau, sejalan dengan prakiraan awal musim kemarau yang telah dirilis BMKG sebelumnya.
Tahun 2022 ini, menurut Dwikorita, BMKG telah meluncurkan informasi normal iklim baru periode 1991 – 2020, termasuk normal hujan dan hari hujan sekaligus memutakhirkan Zona Musim baru versi ZOM9120 menjadi sebanyak 699 Zona Musim (ZOM).
Dari total 699 ZOM di Indonesia, sebanyak 114 ZOM (16,31%) diprakirakan akan mengawali musim hujan bulan September 2022, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sebanyak 175 ZOM (25,03%) akan memasuki Musim Hujan pada bulan Oktober 2022, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sementara, sebanyak 128 ZOM (18,31%) akan memasuki Musim Hujan pada bulan November 2022, meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sedangkan untuk ZOM lainnya, awal Musim Hujan tersebar pada bulan Juli – Agustus 2022, Desember 2022 serta Januari – Mei 2023.
Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis, Awal Musim Hujan (periode 1991-2020), maka Awal Musim Hujan 2022/2023 di Indonesia diperkirakan Maju pada 325 ZOM (46,5%), Sama Dengan Normal pada 125 ZOM (17,9%) dan Mundur (terlambat dibandingkan normalnya) pada 76 ZOM (10,8%).





Komentar tentang post