Hasil kajian Ikatan Sarjana Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (ISKU) perairan Sulawesi Utara dikenal sebagai lokasi penemuan pertama spesies dengan nama ilmiah Latimeria menadoensis pada tahun 1998.
Sudah beberapa kali penemuan Coelacanth di beberapa lokasi, seperti di Teluk Manado, dan lain-lain.
Pada Jumat pagi seekor ikan purba Coelacanth yang dikenal sebagai “Raja Laut” atau “fosil hidup” ini kembali ditemukan di perairan depan Pulau Siladen, Manado.
Ikan langka tersebut ditemukan oleh nelayan Siladen saat melakukan aktivitas melaut.
Penemuan ini menjadi perhatian karena Coelacanth merupakan salah satu spesies ikan paling langka di dunia dan memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi.
Setelah penemuan tersebut, ikan segera ditangani oleh Tim Coelacanth Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama tim peneliti dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk dilakukan identifikasi, pendokumentasian, dan penanganan sesuai prosedur ilmiah.
Penemuan ini diharapkan dapat memberikan tambahan data penting bagi penelitian dan upaya konservasi Coelacanth di Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa perairan Sulawesi Utara masih menjadi habitat penting bagi spesies purba yang sangat langka tersebut, demikian hasil kajian ISKU.

Fosil Hidup
Ikan Raja Laut disebut juga ikan purba dan fosil hidup habitatnya di lereng berbatu di perairan dalam dan ditemukan juga pada gua karbonat. Sebaran di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo Utara, Buol Sulawesi Tengah, Biak dan Raja Ampat Papua, dan Maluku Utara.




