Issac mengatakan desain ini juga telah memperhitungkan kenaikan permukaan laut setinggi sekitar 30 inci (76 sentimeter). Sekitar 90 persen sistem yang telah terpasang, celah-celah yang ada dapat ditutup menggunakan penghalang sementara dalam hitungan hari, hingga seluruh pekerjaan rampung pada tahun 2027.
Belajar dari Hurikan Sandy
Selain merenggut nyawa, hurikan Sandy menyebabkan kerusakan senilai 19 miliar dolar AS, kenang Kathryn Prybylski, Asisten Komisaris Biro Ketahanan Pesisir (Bureau of Coastal Resilience) Kota New York, yang nantinya akan mengoperasikan dinding dan pintu air baru tersebut.
“Proyek-proyek yang kini sedang dibangun di seluruh kota ini merupakan respons terhadap Badai Sandy,” ujarnya. “Sudah saatnya kita menatap masa depan.”
Gambaran yang lebih luas menambah urgensi situasi ini. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), laju kenaikan permukaan laut global telah meningkat hampir dua kali lipat sejak pengukuran satelit dimulai pada tahun 1993, sementara suhu laut yang menghangat memicu badai tropis yang jauh lebih dahsyat.
Bagi kota dengan garis pantai sepanjang 520 mil (840 km), ancaman yang dihadapi bukan sekadar badai besar berikutnya, melainkan juga pasang surut air laut sehari-hari. Tanpa langkah-langkah perlindungan, Prybylski memperingatkan, banyak warga New York akan menghadapi banjir akibat pasang surut secara rutin dalam beberapa dekade mendatang.




